Tampilkan postingan dengan label Tips Seru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Seru. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2016

Mengalahkan Kecerdasan Seorang Wanita

Entah kenapa obrolan sore bersama seorang kawan membuat jariku ingin mengelus laptop. WIDAAA, KAMU KUSEBUT LHOO.. *lalu aku dilindes motornya agar bungkam* wkwkwkwk

Riset menyatakan kecerdasan anak diturunkan sekitar 75% dari ibunya dan 25% dari ayahnya. Mendengar hasil riset, harusnya pria lajang berlomba-lomba mencari wanita single cerdas.
Tapi nyatanya wanita cerdas disegani, bahkan ditakuti. Apalagi yang gelarnya sepanjang coki-coki, sekolahnya setinggi langit di angkasa. Meskipun tak bertitel bukan berarti tak cerdas. Mamaku contohnya, gadis lulusan SMA yang mengabdikan dirinya untuk keluarga. Kan nggak mungkin kakakku, si juara bertahan dari SD sampai kuliah, mengambil DNA tetangga atau ibu-ibu yang numpang lewat depan rumah. Jadinya ntar FTV Anakku Bukan Anakmu. Eh? wkwkwk

Aku sering kok diganggu, sampai dibully kaum adam, karena dia merasa "senior". Biasanya setelah tau aku anak pasca, dia bungkam. MAS, NGGAK TAU AKU ANAK SIAPA HAH??? uwuwuwuw.
Padahal kan niatku jujur. Aku anaknya ga sombong kok, serta suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Eh, malah sononya yang kayak ganti kebully. wkwkwk.

Selain perkara gengsi, ada juga pria yang segan ngibulin wanita cerdas. Lho, cari partner sehidup semetong, apa nyari "calon korban penipuan" sih? mwahaha.
Aku jadi ingat kajian pranikah beberapa minggu lalu. Garis besarnya adalah kita perlu menentukan tujuan kita dalam mencari pasangan, apakah mencari yang cocok dengan diri kita.., atau mencari seseorang yang dapat menjadi ayah (ibu) anak-anak kita kelak.
Maksudnya, kita diajak menjadi visioner. Kita membayangkan versi yunior dari seseorang -yang jadi target kita- dengan segala sifatnya yang melekat di dirinya. Sifat anak kan pasti didapatkan dari orang tua. Nah, bayangin mbesok anak kita kayak apa kalo sifat orang tersebut menurun. Kupikir, ini juga perkara kecerdasan.
Bedanya dimana? Ya kalau para pria mementingkan gengsi ya harus cari yang wanita yang level kecerdasan di bawahnya. Kan biar cocok sama maunya.
Kalau pria tersebut mampu berpikir visioner, ya pasti cari wanita yang -kalo bisa- lebih cerdas daripada dia. Untuk Indonesia yang lebih cerdas, mas~ uwuwuwuw~


Terus, menyoroti perkara gengsi.. Pria takut kalah debat? Itu mau lomba apa nikah sih? hahaha.
Takut dikudeta? Buset dah, kecerdasan ada 3 lho. Intelektual, emosional, spiritual. Seseorang dengan kecerdasan emosional dan spiritual tinggi tak mungkin menyakiti orang lain memakai intelektualnya.
Takut ga bisa naklukin? Setiap wanita punya perasaan yang bisa kamu kuasai dulu, sebelum menundukkan dia, secerdas atau sehebat apapun ia. Eaaa..


Dari tempat legalisir ijazah dengan cinta,

anak manis

Jumat, 12 Februari 2016

Siapakah Juaranya?

"You got a fast car
I want a ticket to anywhere
Maybe we make a deal
Maybe together we can get somewhere
Any place is better
Starting from zero got nothing to lose
Maybe we'll make something
Me myself I got nothing to prove"
(Tobtok feat River - Fast Car)


Suatu waktu, dalam sebuah perjalanan panjang -halah-.. aku dengerin anak kecil yang duduk di belakangku berceloteh ke ibunya..
"Bu, ibu.. ada bus, bu.."
Ibunya mengiyakan saja.
"Ibu tau ndak siapa yang menang? Ya bus yang sampai duluan ke terminal!" katanya bersemangat.

Nggak tau kenapa, aku menolak pernyataan anak itu. Buktinya, sampai sekarang aku ingat detil perkataan anak itu. Biasanya mah pelupa. :p


Eh, bentar.. aku bahas apa tadi?
Oh ya, kata- katanya anak kecil.
Hehehe..

Aku nggak setuju kalo bus yang menang adalah bus yang duluan sampai terminal. Kalo itu yang jadi patokan pemenang, pasti semua sopir ugal-ugalan. Kan, yang duluan yang sampai terminal yang juwarak!
Menurutku, yang menang ya yang bus yang woles tapi tepat waktu, yang nggak ugal-ugalan tapi juga nggak jalan kayak siput, yang nggak bikin penumpangnya mual gara-gara nikung ala Fast & Furious, yang nggak suka ngerem mendadak kayak detak jantung kalo mendadak ketemu sama gebetan. KOK SALAH FOKUS YA INI?? okay. maap.

Pokoknya intinya, yang terburu-buru, yang paling cepat, belum tentu jadi juara.

YA MEMANGNYA PENTING MBAHAS ITU, LA?

Ya coba dimetaforakan gitu.. Misalnya, yang belum ketemu jodohnya, yang belum selesai tesisnya.. padahal di sekitar udah pada berkomitmen, udah pada ujian komisi, ujian proposal..

Semua pasti menemui akhir dari pencarian. Tapi tidak semuanya menikmati perjalanannya. Nemuin jodoh, jodohnya ya [inshaallah] satu untuk selamanya. Bikin penelitian atau ujian akhir untuk satu judul, satu jurusan ya [inshallah] sekali seumur hidup. Masa iya, stress tiap hari pas berproses? :)

Lagian, membandingkan diri sendiri sama orang lain itu nggak ada abisnya. Menurutku, musuh terbesar ya diriku sendiri. Mau mbanding-mbandingin, mau ngetawain kesalahan, ya pantesnya ke diri sendiri yang kemaren. Jadi, kita tau diri kita yang sekarang lebih elegan -UHUK- bukan dari siapapun, melainkan dari si penggalao yang kemaren nangis cuma dari hal-hal sepele [sepele kalo dilihat dari sudut pandang kita yang sekarang].


Terus, kalo ga cepet-cepet ntar kan nggak bisa menjalani perjuangan yang selanjutnya?

Perjuangan? Yakin itu perjuangan? Bukan siksaan, tuntutan, atau permintaan orang lain? Yakin itu maumu? *jawil dagu* :D
Kalo cepet-cepet itu adalah sebuah seni atau sejenis refreshing dalam hidupmu ya monggo, silahkan terburu-buru dengan senang hati. Kesadaran dan kemampuan masing-masing orang berbeda. Percayalah, mereka yang melakukan sesuatu yang mereka cintai tidak akan merasa menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, atau aslinya berproses sangat amat lama tapi kerasa cepat karena bahagia. Beda sama orang yang terburu-buru menyelesaikan sesuatu karena tidak betah, jatohnya malah kerasa lama, stress, insomnia, rambut rontok, borong cemilan, sesenggukan di pojokan lemari... Hehehe..

Yawes. Segitu aja. Dari tadi bacanya jurnal psikologi, mikirnya malah ke sini.. mwahaha..


(anak manis yang suka gagal fokus)
mumumu~

Senin, 13 Januari 2014

Aku Tidak Menarik!

"Aku tidak menarik! Aku tak bisa membuatmu tertarik tambang padaku."
"Aku tidak seksi! Perutku nggak berkotak-kotak kayak roti bantal!"
"Aku kurang cerdas! Loading lama... dikedip-kedipin gebetan aja aku telat nyadar!"
"Aku kagok kalo jadi public speaker! Bahkan aku membisu kalo ketemu gebetan!"
"Aku kurang kreatif! Mendapatkan perhatianmu aja aku harus memutar otak bagai bulan yang setia ngglibet ke bumi."
"Aku... aku... hoks.. bahkan nggak punya kelakuan bagus!"

Udah?
Puaskah kamu menghina dirimu sendiri?

"Tapi.. kan.. tapi.. dia lebih.. blub.. blub.. blub.. blub.. blub.. blub.. blub.. blub.. blub.. blub..."

Ya. Bener. Setiap orang punya kelebihan.
Aku bilang "setiap orang".
Kalo kamu merasa "orang" atau mahluk yang disetarakan dengan itu, kenapa kamu nggak mulai menemukan- mengenali- mengasah- menunjukkan kelebihanmu sendiri?
Yang kamu bilang dia lebih blub..blub..blub itu, yakin dia punya keistimewaanmu?
Superman aja lemah sama kryptonite. Ada gitu, orang yang nggak punya kelemahan? Coba sini, kenalin ke aku. Pengen tau. Dan pengen nguji. :p

"Tapi... kata orang, aku itu... hoks... blub..blub..blub...bluuub..."

Orang punya mulut dan perasaan. Orang berhak berkomentar dan berpersepsi apapun itu. Lhawong baju lengan panjang di instagram aja bisa memunculkan kontroversi. Hihihi.
Kenapa kamu nggak konsentrasi aja ke tujuanmu sih? Ke orang-orang yang kamu sayangi, misalnya?

Sekarang, yang kenal "kamu" itu siapa?
Ya kamu sendiri dong. ;)

Aku suka keramaian, heboh-hebohan bareng teman-teman dan keluarga, kalo perlu sampai menimbulkan amuk massa. Tapi ada kalanya, aku pengen sendiri. Itu zona netral, buat evaluasi, merenung, menyelesaikan urusan dengan tenang, dsb. #tipsunyu

Kamu tau yang terbaik buat dirimu sendiri.
Kamu tau kamu bisa jadi yang terbaik versi dirimu sendiri.
Yakin deh.., dan dicoba..., trus dibiasakan.

"Who says you are not perfect? Who says you are not worth it?"
(Selena Gomez- Who Says)

...dan aku...
"I'm no beauty queen. I'm just beautiful me~"

Bagaimana kamu mau "berharga" kalo nggak dimulai dari menghargai dirimu sendiri? Wani piro seh? ;)

Yang bacaa, mana senyumnyaaah???
Yuk, bangkit dari kubur yuk... sini sama akoh.. :D

Selasa, 05 November 2013

Persepsi

Yak, posting kedua hari ini.
Mumpung senggang. Hihii..
Yang sebelomnya kan unyu-unyuan, kalo yang ini seriusan dikit.



Persepsi salah.
Salah persepsi.
Menyalahkan persepsi.

Persepsi tidak pernah salah.
Orang yang membuatnya lah yang salah.

Karena salah benar makin lama makin identik dengan kata relatif,
maka mari hormati persepsi orang lain.
Kalau ada orang yang salah mengira mengenai diri kita, coba ungkapkan.
Ngeyel? Tinggalkan! :)
Toh kebenaran akan selalu muncul, cepat atau lambat.

Berpikir dua kali sebelum membuat persepsi tentang orang,
karena bayangkan kita yang ada di posisi tertuduh,
apakah nyaman? :)

Saya pikir orang normal tidak akan membuat-buat persepsi jelek tentang dirinya sendiri, kecuali yaaa... mungkin emosinya sedang labil.
Mari belajar membiarkan orang mengungkapkan kegalauannya dengan tenang.
Suatu saat mungkin kita akan mengalaminya.

Sebaik apapun kita, akan selalu ada orang yang berpersepsi miring..., atau malah jeblok.
Yang baik aja ada resiko dijelek-jelekkan, apalagi yang bertingkah buruk?
Mari belajar menjadi pribadi yang baik. Terbaik yang bisa kita lakukan, pikirkan, rasakan, dan ucapkan.



Aduh, berat ya temanya? Merasa pusing? Mules? :D
Tingkah sesekali kayak anak-anak, tapi pola pikir makin hari makin dewasa, boleh kan? :p

Jumat, 02 Agustus 2013

Bahagia Itu (Selalu) Sederhana

"Hidup itu kayak bianglala kan?
Kalo pas di bawah, fokus liat langit yang unyu. Dan segera bangkit dari kubur.
Kalo pas di atas, jangan lupa bersyukur."


Orang menunjukkan kekecewaannya dengan caranya sendiri. Mungkin ada beberapa hal yang terjadi di dalam hidup yang bikin kamu mau teriak-teriak geje, nangis sejadi-jadinya, atau mau ngomelin orang yang tak berdosa yang kebetulan lewat di depanmu. Aku pernah. Seringnya sih pas sesaat setelah terima ujian hidup. Atau sekalian setelah masalah kelar, gara-gara mati-matian nahan tangis.
Karena "waktu ngga bakal menyembuhkan luka, kalo kamu ngga berusaha jadi obat merah buat lukamu sendiri", jadi aku bikin parodi untuk kesialanku sendiri, berusaha bercanda, ketawa, nyari kesibukan lebih, dan jangan lupa ambil sisi positifnya. Kadang, untuk menghindari masalah lebih rumit, aku "terpaksa" diam, bahkan menghindar.

Aku ngga berani bilang panjang kali lebar kali tinggi, kalo blom terbukti yaa.. Itu aseli tips dari anak manis. Percuma kalo aku cerita buanyaaak, kalo itu semua bo'ong atau baru berbentuk wacana. Atau ngasi tips bagus, tapi aku ngga njalanin. Dan skali lagi, seperti postingan yang lalu-lalu, masalah itu ngga terbatas soal hati atau interpersonal, masih banyak hal lainnya yang bisa dikategorikan jadi masalah. Misalnya, yang berhubungan dengan nyawa. :)


Oke, itu bagian penjelasan "bangkit dari kubur".

Dan sebenernya saat kita di bawah, kita masih berhak dan wajib untuk tersenyum.
Aku tipikal orang yang gampang ter-jleb, saat ada masalah dan aku mewek, trus Tuhan kasih liat penampakan mahluk yang lebih ngga beruntung dari aku.
Aku kasi yang contoh versi lucu-lucuan ya?

"Buat kamu yang stress, coba bayangin kalo kamu jadi kapten kapal Titanic setelah nabrak deh.. Beban idup dia sama kamu, banyakan mana?"

:D

atau ini..


Aku pernah muter seharian di siang yang sangat "sejuk" (ironi), naik motor, dan misi rahasia ngga ada yang berhasil. Ngomel? Tentu. Sepanjang coki-coki malahan. Sampai suatu ketika, aku harus nyalip bapak penjual roti, yang kudu naik sepeda, butuh tenaga lebih buat mengayuh pedal, bertahan di teriknya matahari, dan si bapak harus memastikan untung hari itu cukup untuk bikin asap dapur tetap mengepul. Tentunya si bapak harus tetap tersenyum menghadapi pelanggan yang paling menyebalkan sekalipun.

Cuma beberapa detik liat penampakan si bapak, imajinasiku udah bikin aku tertohok dengan elegan. Langsung stop ngomelnya. :P

Berarti, intinya kita harus selalu bersyukur, kan? Syukur awal dari kebahagiaan, walau apapun yang terjadi.



Bahagia itu selalu sederhana.

:)

Prakteknya yang susah.

*plak* :D

Iya. Beneran susah kalo ngga pernah dicoba dan dibiasain.

Karena suatu alasan (percayalah ceritanya bersekuel ala Harry Potter dan sayangnya ngga untuk diceritakan di sini. Maap. :) ), aku harus ada di rumah selama berbulan-bulan demi orang-orang tersayang. Hampir semua nanya dan ngga percaya, ngiranya aku kerja atau kuliah lagi diem-diem dan parahnya ada yang ngarang cerita tanpa nanya dulu ke aku. Aku sebenernya semacam stres, cuma ngga diumbar dan berusaha nyari solusi. Dulu, aku percaya AKU BAKAL BAHAGIA KALO AKU KETEMU INI, KALO AKU GITU, KALO AKU KE SANA, KALO AKU BLA BLA BLA...
Bersyarat banget ngga sih? Kayak iklan provider yang ada syarat-dan-ketentuan-berlakunya. :D
Akhirnya..
Aku bikin segala sesuatunya lucu.

Aneh? :)


Tau klub tertawa yang sengaja memancing diri sendiri biar ketawa tanpa alasan? (ada di kota-kota besar kayaknya).

Yap, semacam itu.
Udah dasarnya humoris, tinggal ngasi umpan aja kan biar selalu senyum. Kalo bisa sih, ketawa. Sengakak-ngakaknya. Lumayan kan, ngga cuma aku aja yang terhibur, kalo bisa orang lain juga ikut kepancing ketawanya. Hehe.
Jangan menggantungkan kebahagiaan terhadap sesuatu atau seseorang. Untuk motivasi nambah kebahagiaan sih boleh, tapi bukan alasan utama.

AKU BAHAGIA.

(tanpa tanda bintang :D )

Kalo pas di bawah aja udah biasa bersyukur, kalo udah nyampe atas, harus lebih bersyukur lagi kan? :)


Jadiii, manaaa ucapan syukurnyaaa??? *\(^o^)/*

Minggu, 26 Mei 2013

Hidup Sehat Ala Anak Manis

Haloo!!!
Anak manis kembali...
*ogelogelcantik*

"Laa, uwopoo kuwi ogel-ogel? Ogal ogel ogal ogel... Gempa tauk!"

"Hee, sudah terjadi penyusutan yang signifikan yoo.. Ngga bakal gempa."

"Diet???" dan was wes wos kontroversipun terjadi.

Oke, fine!
Gue janji bakal jelasin semuanya.. Plis, dengerin guweh...
Bwahahahaha...


Jadii, sebenarnya setelah wisuda di di tahun 2011, anak manis kembali ke rumah dan "iseng" mengatur pola makan. Olahraganya sih masih setengah hetong sebelah mata gitu deh...

Trus, kakak merid di 2012. Berhubung keluarga author di kota ini cuma empat orang doang, kebayang betapa menantang dan serunya bikin rencana sampe merealisasikannya satu demi satu. Dan, singkat cerita... setelah rempong selesai, ambrukpun terbit.
Dua kali ngedrop, bed rest. Alhamdulillah gue aja, ortu ngga ikutan.

Lalu, terjadilah kebangkitan nasional. Gue ngga mau nge-drop kayak gitu lagi. Setelah yakin bener-bener sehat, dimulailah perang gerilya. Nyoba hidup teratur, sampe dimasukin ke resolusi 2013 segala. Hidup totalitas! Yeah! \m/

Gue ngga mau melakukan sesuatu dengan terpaksa. Sesuatu yang datang dari hetong, itu lebih rawr! Jadi, diputuskan untuk menyusun program hidup sehat dari kegemaran dan bakat terpendam.
Bolehlah dicoba sama yang ngintip postingan ini... :)

1. Ogel-ogel
Hobi gue nomer kesekian adalaaaaaah... *suara gembrengan dipukul* .... nge-dance!
Kejutaaan... #halah xD
Dancing... menari... ngga banyak orang yang tau, bahkan keluarga besar baru tau setelah gue kumat saking stressnya di resepsi kakak. (._.") <--- malu setelah semua itu terjadi.
Sebenernya bakat ini udah keliatan dari kecil, sayangnya terlupakan. Pas SMA gue masuk intrakurikuler seni tari. FYI, intra OR dan seni di SMA gue boleh milih sesuka hetong. \(^o^)/
Dan ternyata, gue bisa nari sih, tapi nilai pas-pasan kalo dites nari gambyong. :P
Nah, di titik itu gue sadar, genre gue itu ogel-ogel seru. Jadi, udah tau kan yang dimaksud ogel-ogel? :D
Tapi gue ngga mau ogel-ogel di sembarang tempat. Bahaya! Bukan gempanya yaa, tapiii... diliatin orang itu ngga nyaman. Kudu pinter-pinter jaga diri. Jadilah, hampir setiap hari gue nge-dance di rumah. Sendirian. :D

2. Bolang
Sejak kuliah di Malang, gue jadi suka menjelajah. Kebanyakan sih jalan kaki. Seru! Dan kayaknya ini terinspirasi dari pelancongan ala Lima Sekawan a.k.a The Famous Five.
Badan jadi lebih seger. Jadi, kepikiran pas pulang, kalo di Malang bisa, kenapa di rumah ngga? Jadilah, kalo ada kesempatan abis Subuh, jalan-jalaaaan... Niatnya jogging, tapi kebanyakan jalannya. :P

3. Dengerin Musik
Sebenernya gue ngga bakal protes kalo disuguhin lagu dari semua genre, asal pas sama suasananya. Pernah nih, pas belanja belanji sama kakak, tetiba muncul lagu dimana suaranya kayak orang mau boker (baca: sok emo). Seketika, urat ketawa gue ketarik dan ngakak tertahan namun tak terkendali. Kakak pun sibuk menenangkan gue. Abis, harusnya kan orang belanja dikasi semangat biar betah dan beli ini-itu, bukan suara mengejan. Bwahahaha. Lagu yang semacam itu hiburan buat gue. :))
Kalo disuruh milih sih sukanya yang bisa dibuat angguk-angguk-geleng-geleng. Karena hidup penuh tantangan, jadi harus ada penyemangat yang bisa dibawa kemana aja dan ada dimana aja: LAGU , khususnya yang seru. Jadi, koleksi kebanyakan yang ajeb-ajeb.

4. Mbanyolisasi
Gara-gara bergaul sama anak-anak yang mikir "out of the box" pas SMA, gue jadi ngerasa tertantang buat ngeksis di dunia mbanyol..., dan jahil. Merubah yang sederhana jadi bahan bercandaan. Main imajinasi dan kreativitas.
Iya, kayaknya aja tampang gue diem. Tapii, setelah akrab sama gue, rasakan sensasinya. Prinsip gue, bahagia itu liat orang yang disayangi ketawa, kalo perlu dijahili.
Oh, yes! Gue bangga dan bahagia karena bakat gue yang satu ini. :D



Nah, ada empat hobby masuk program, nemenin "mengatur pola makan".
Apa hubungannya coba?
Gini lho temen-temen, diet itu gabungan dari mengatur pola makan, olahraga, istirahat, dan kebahagiaan. Kalo ada yang mikir diet itu ngurangin makan sampe maag, olahraga sampe tepar..., itu salah besar!
Niatnya kan buat jadi lebih sehat, bukan menderita. :)
Gue sih mulai total menjalankan misi rahasia sekitar akhir tahun 2012..., sampe sekarang udah nyusut 9 kg. :D
Sukses itu dicicil tiap hari, tiap saat, ngga langsung ada hasil semudah membalik telapak tangan. Bisa dimulai dari menggabungkan hobby. Ngga cuma pengusaha yang bisa sukses karena berawal dari kegemaran..., kesehatan juga bisa kok.
Kalo gue sih, "memperbaiki penampilan" itu cuma bonus. Yang penting sehat dulu. Dan bahagiaaa... *\(^o^)/*
Oh iya, gue jamin nglakuin semua ini bukan karena orang lain, tapi apaaa??? datang dari hati! Uuu, yeah... :D

Jadiii, sudahkah kamu menyehatkan jiwa ragamu hari ini? :D

Sabtu, 11 Mei 2013

Moving On

Lo...
Gue...
Semua bergerak maju.
Entah itu melangkah atas keinginan sendiri atau dipaksa dunia.
Bagi mereka yang tidak mau terus melangkah bahkan memaksa melangkah mundur, mereka akan mati. Mungkin mati semangat, lalu mati ide, lalu entah apalagi selanjutnya...
Ada banyak kesempatan baru yang terlewatkan saat kita meratapi semua yang sudah lewat. Ada banyak kasih sayang yang kita sia-siain kalo kita sibuk mendendam atas kesakitan yang diberi orang lain.


Lo...
Gue...
Semua bergerak maju.
Beberapa hal pantas untuk diperjuangkan.
Beberapa yang lain lebih pantas untuk direlakan pergi atau ditinggalkan.
Bukan karena lo egois, tapi tenaga lo udah abis untuk menyeret orang-orang yang ngga mau bergerak maju.
Pastikan lo perjuangkan orang atau hal yang pantas untuk diperjuangkan, termasuk dirimu sendiri. :)

Namun.., ada kalanya kita berhenti.
Bukan buat menyerah, tapi beristirahat.
Evaluasi dan merutekan ulang tujuan hidup.
Salah benar itu relatif karena cuma diri kita yang tau mana yang terbaik untuk diri sendiri.

Atau berhenti sejenak karena ada masalah? Dibingungkan mencari jalur terbaik. Takut sendiri akan kemungkinan salah tempuh? Melogikalah dalam ketenangan. Berdoalah dalam keyakinan.
Atau, kemungkinan lain, kecewa akan medan jalan yang sedang atau sudah kamu tempuh?
Tenanglah, semua itu adalah bagian dari pelajaran hidup, bab "survival". Kalo lo ngga mati di tengah jalan, berarti perjalanan lo bakal bikin lo tambah kuat. 
Gunakan masa lalu sebijak mungkin, buat ambil keputusan terbaik di masa kini. :)


Lo...
Gue...
Semua bergerak maju.
Selalu maju.
Jadi, selalu tersenyum dan berjuanglah! :)


(Haaa, anak manis mulai sering nulis yang serius nih. Ada apa ini? Ada apaaa?? Apakah pertanda masa anak-anak akan berlalu? :D #plak )

Selasa, 16 April 2013

Kode, Modus, dan Alibi


Postingan gue kali ini terinspirasi dari buku The Fabulous Udin (TFU). Buku gilllaaak yang datang di saat ultah gue ke 24. :D

Jadiii, langsung aja yah. Di halaman 191 ada kalimat dicetak miring, semiring menara Pisa dan pikiran gue. Wkwkwkwk

Hidup ini panggung sandi … kode, modus, dan alibi.

Dan emang iya!

Seiring bertambah kreatifnya manusia bikin sandi, makin turun nyalinya buat ngomong langsung, makin ruwet masalahnya. Apalagi kalo sandinya pake tulisan Mesir kuno. Kalo udah mati mungkin yang dikode baru nyadar coz dikasitau pengawal Firaun. Ckakakaka.

Tapi, Laaa… kalo nggak ngode dulu, ntar malu, kalo seandainya kenyataan tak seindah ekspektasi.

Misal, missal lho ini… misalll… ingat, ini misalkan… #dikepruk CEPET WOY!

Woles, meeen.. :p

Seandainya ada perang dua kerajaan. Atur strategi wajib lah yaa, biar nggak buang energi. Prajurit udah dilatih, mata-mata dikirim, senjata udah diapdet, udah daftar asuransi jiwa segala, istri-pacar-gebetan udah dipamitin sampe tangis-tangisan sedanau Toba, dan ternyataaa…

Siapa yang mau nyerang duluan masih jadi masalah.

Mentri pertahanan, eh, panglima perang masih kode-kodean tiada akhir.
Kata panglima perang A, “eh, eh… papah kamu tukang besi yah?”
“Kok tauk?” kata panglima perang B, sambil garuk-garuk kepala pake golok.
“Soalnyah, kamu telah menempa semangat akuh. Kamuh cumungudh jugak eaa…” jawab si panglima A.


Iya, mending kalo jawabannya…
“Ih, jijik banget guweh. Najis! Gue masih suka cewek! Pasukaaan, seraaaang…”
Dan perangpun sukses terjadi.


Nah, kalo kayak gini…
“Ih..ih…kamuh perhatian beudh sama akuh…”
Lalu berpelukan…
Dan Raja yang mengetahui hal itu langsung kejang-kejang.
Diikuti seluruh pasukan.


…atau kayak gini…
“eh, yampun kamuh bisa ajah…” jawab si panglima B malu-malu sambil masukin mukanya ke helm perang.
“Bisa dooong.. kan sepik-able.. btw, Ratu kamu janda yah? Boleh dong minta pin merpati pos-nya…”
#heningsampekerajaannyaruntuh


…atau kayak gini nih…
Si panglima B cuma menjawab semua itu dengan, “gorok akuh, beb… gorok akuh…”
#pasangposemenggoda
Si A beserta seluruh redaksi yang bertugas langsung kabur.
Dan kedua kerajaan itu pun berdamai selama-lamanya.


Gimana, kacau? Atau kurang? :D

Coba kalo, panglima A agak tegesan, “Gue pengen perang sama lo! Gue serang duluan ya?”

Panglima B pun menjawab, “yakin? Lo bisa tanggung semua resikonya? Lo nggak tau macem apa kerajaan gue…” #ketawahyena

“Osh!” (eh, apa ini yaa? :p )

“Seraaang…”

Hiyaaat..watta..watta… (adegan perang disensor dan dibuat seunyu mungkin).

Sampai dimana ketika panglima A udah pegang golok di depan leher panglima B.
“Bunuh gue sekarang!”

…tiba-tiba helm si B merosot. Rambut panjangnya pun tergerai, halus dan panjang kayak model shampo. Matahari yang udah nyampe di atas ubun-ubun memantulkan warna lipstick baby pink di bibir si B.
(yang imajinasinya masih blom ketemu dan pusing, harap ngga usah lanjut baca :p )

“Jadiii, selamaa iniiii… loo…” bisik si A sambil melotot tsakeup.

“Gue nyamar jadi bokap guee… puas lo? Bunuh gue se.ka.rang!” kata si B sesenggukan sambil nunjukin KTP. (ini kok jadi Mulannya Disney yak? :D )

“Gue boleh bikin lo bertekuk lutut di depan golok gue… Tapi hati gue udah lo bikin nyerah sama strategi perang lo… sama kecantikan loo…” kata si A sambil nurunin golok pembunuh naga berkepala tiga-nya.
(ouww, sooswiiit… ini author pegangan meja kok, biar ngga pingsan sama tulisan sendiri :D )

Si B pun melotot kalem tak percaya. “Sorry, maksud lo? Gue agak nggak paham.”

“Kita lupakan semua sengketa ini. Kita damai. Errr, maksud gue…. Gimanaaa… kalo kita hidup damai dan bahagia bersama, selamanyaaa?”

“Kyaaaaaa…..” si B pun ogel-ogel pantat di medan perang.



Manaa tepuk tangannnyaaa??? :D
Masalah raja-ratu ngrestuin apa nggak gue bahas di sini ya. Soalnya gue nggak tau weton si A sama si B apaan, letak rumahnya gimana, nglewatin sungai apa nggak, sawahnya ada berapa, di belakang rumah ada kandang kuda apa nggak, tadi malem bersama siapa dan berbuat apaaa~… HEH!
LOL

Menurut gue (gue: ceplas ceplos, tudepoin), selama kode, modus, alibi itu ngeksis, berarti nggak perlu terlalu diperhatikan. Bisa aja maen-maen, cari perhatian juga bisa, cuma becandaan juga boleh. Belom tentu juga kode yang dituju itu buat siapa. Numpang lewat boleh, cari pelampiasan bisa, ngefans doang (jadi antifans seseorang) juga masuuk, … (menurut observasi dan hasil baca-baca).
Oh iya, kode, modus, alibi itu nggak cuma dibatasin buat hal-hal berbau cinta loh. Semuamuanyaa bisa! Minta kenaikan uang jajan bulanan ke nyokap misalnya.

Kalo setiap pernyataan dianggap kode, modus, dan alibi, maka setiap perkataan manusia bisa dijadikan soal ujian.
"Bla...bla...bla..."
Pertanyaan:
1. Apakah yang dimaksud "bla...bla...bla" ?
2. Kepada siapakah "bla...bla...bla" ditujukan?
3. Apakah yang dituju sadar kalo dia "bla...bla...bla" ?
#kemudianujianditiadakan
Ckakakakaka

Eh, pikiran tetep go-internesyenel yak. Jangan go-local. Karena postingan ini bertema umum, murni bukan buat menyinggung pihak-pihak tertentu, ataupun curcol. Murni bercandaan dan imajinasi sesat author!

*\(^o^)/*

Selasa, 22 Januari 2013

Nggak Selamanya Jomblo itu Fakir Kasih Sayang


Yuk, yang mau jadi jomblo atau yang jomblo nggak kelar-kelar, simak sisi positif jomblo ala author. ;)

1. Sarana Make a Wish
Dimana-mana, yang namanya jomblo pasti kalo nggak dicibir, ya digosipin. Jarang ada yang belain laskar jomblo kayak om Mario Teguh. Nah, kesempatan nih. Orang teraniaya kan kesempatan doanya dikabulin lebih gede. Lo boleh jomblo sekarang. Lo boleh diejek atau digosipin sama mereka-mereka yang udah punya pasangan. Sabar aja, sambil mohon ke Tuhan. Siapa tau, mana tau, apa tau, ada pangeran baik hati yang masih lajang tau-tau mampir ke rumah lo buat numpang ke toilet. Gebetin dah tu!
NB: Jangan remehin keajaiban selama lo udah berusaha. ;)

2.  Belajar Dari Kesalahan
Ada sebab ada akibat. Pasti ada sebab kenapa lo masih jomblo. Mungkin tiap lo ngegebet, mahluk yang lo incar bermasalah. Entah itu ternyata mereka playgirl(boy), kurang ajar, dsb. Jadinya lo pindah-pindah gebetan sampe ketemu yang pas, baru ninggalin status jomblo. Take it easy..
Atau lo belum nemu seseorang yang gebet-able, bisa lah ya sambil dengerin cerita-cerita temen yang udah punya pasangan. Ngga ada hubungan yang tanpa masalah. Lo bisa meminimalisir kesalahan plus tambah-tambah pengalaman dari cerita temen lo, buat bekal suatu hari kelak kalau lo udah nemuin bidadari(a) pujaan. :D

3. Melatih Kemandirian
Buat cewek, jomblo itu sarana melatih kemana-mana sen.di.ri.an! Lumayan, sambil nambah pengetahuan & ketrampilan nyetir motor, mobil, atau ngapalin rute angkutan umum. Kartini 2013 cyin, masa kemana-mana nungguin cowok. Lo nerima cinta dari cowo bukan buat jadiin dia “sopir” kan? :p
Buat cowok, jomblo itu bikin semangat “mengerenkan” diri tanpa harus dikomentari cewek. Dalam segi kerapian terutama. Someday, lo nembak cewek bukan buat “pembantu” lo kan? Yang kudu beres-beres karena kejorokan lo? :p

4. Menikmati Lingkungan Sekitar
Kata siapa jomblo miskin kasih sayang? Lo bisa bergaul sama siapa aja, dimana aja, kapan aja, tanpa harus ada resiko dicemburui. Lo bisa meluangkan waktu lo bareng sahabat, lebih care sama bokap nyokap, atau nglakuin hal sosial lainnya, termasuk tebar pesona sama mahluk gebet-able. Mumpung masih merdeka. Hihihihi. Tapi, dengan catatan aksi sosial itu bukan biarin lo sebagai pelarian loh ya. Lo bukan lapangan, jangan biarin orang lari-lari nggak jelas di hati lo. Hindari gombal warming dengan hemat energi di hati. :D

5. Unik
Bayangin aja, (sambil liat peta dunia) misalkan 1 di antara 10 orang adalah jomblo. Baru sepuluh orang itu! Bayangin kalo total penduduk Indonesia yang sekitar 250 juta jiwa itu dibagi 10. Hasilnya 25 juta orang jomblo ada di Indonesia! Bayangin kalau seantero dunia, jumlahnya dahsyat banget. Jomblo masih melimpah! Jadi tenang aja, gurls… bagi yang masih jomblo, yang senasib sepenanggungan masih banyak. Kesempatan buat nemuin belahan jiwa masih terbuka lebar – meski cara nemuinnya yang biasa jadi masalah-.
Walaupun jumlah jomblowan(wati) berkurang, itu artinya lo makin langka. Makin langka itu makin mahal, lo bakal dilindungi pemerintah, someday lo bakal direbutin sama orang. Karena apa? Unik! xD

6. The Next Kate Middleton – wanna be
*sambil pukul-pukul Prince Harry* *yang ini abaikan aja* :p

Jadi, gimana? Jadi jomblo itu ada kepuasan tersendiri kan? J

Senin, 14 Februari 2011

Tips Mengatasi Patah Hati

#1
Sah-sah saja mencoret foto mantan. Setelah itu lihat sekali lagi. Benar kan, ternyata dia tidak seganteng yang kita kira selama ini?

#2
Ganti nickname mantan pacar di handphone. Lupakan memberi gelar "My Honey", "Sayangku Cinta", "Si Ganteng", "Yayang", dll. Setelah semua kelakuannya berselingkuh dan menyakiti hati kamu, yakin dia masih pantas mendapat gelar itu?

#3
Semangat berolah raga memanah dan menembak bisa dibangkitkan dengan menaruh foto mantan pacar sebagai sasaran.

#4
Ingatlah bahwa Nicholas Saputra itu ganteng dan Olga Lydia itu cantik. Tenang saja, masih banyak orang-orang ganteng dan cantik yang masih 'available' di dunia ini.

#5
Jadikanlah ini motto baru kamu.. Secantik apa pun pacar baru mantan, kamu tetap yang lebih cantik.

#6
Jangan berlarut-larut dengan kenangan indah yang pernah ada dengan mantan bila kamu ingin melupakannya.



#7
Menghabiskan hidup dengan seseorang itu penting, tapi yang lebih penting lagi adalah dengan siapa kita menghabiskannya.

#8
Mendengarkan lagu-lagu patah hati itu bukan sesuatu yang salah (terlebih lagi bila kamu penggemar Metallica).

#9
Siapkan sekotak tisu dan inhaler bila kamu menangis di malam hari karena masih teringat mantan. Dan... jangan ragu bila ingin menangis. It's okay to feel blue, don't deny your feelings.

#10
Berpikirlah dua kali bila kamu merasa mantan pacar kamu itu orang yang romantis. Apakah benar mantan kamu itu orang yang romantis atau apakah sebenarnya si mantan itu orang yang gombal?

#11
Manjakan diri kamu dengan melakukan hal-hal yang sudah jarang atau belum pernah kamu lakukan. Bila kamu jarang memanjakan diri ke salon, hey! kenapa kamu tidak melakukannya sekarang saja?

#12
Buatlah diri kamu secantik mungkin dan berpikirlah bahwa mantan pacar kamu telah melakukan sebuah kesalahan besar karena telah memutuskan kamu.


Dikutip dari Kok Putusin Gue, sebuah novel karya Ninit Yunita..



Semoga menginspirasi kaum wanita (yang merasa tersakiti)..
Selamat mencoba, kawan...., dan cepat sembuuuuh... :)